Apa Saja Sih Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Kualitatif, Serta Apa Saja Perbedaannya? Ini Penjelasannya

teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data didefinisikan selaku prosedur pengumpulan, pengukuran, serta analisis pengetahuan yang akurat buat riset dengan memakai teknik standar yang divalidasi.

Riset apapun cuma sebaik data yang mendorongnya, jadi memilah teknik pengumpulan data yang pas bisa membuat seluruh perbandingan. Buat memperjelas uraian kita tentang teknik pengumpulan data.

Pengertian Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan teknik ataupun tata cara yang digunakan buat mengumpulkan data. Konsekuensi dari data yang dikumpulkan secara tidak benar meliputi:

  1. Ketidakmampuan buat menanggapi persoalan riset secara akurat
  2. Ketidakmampuan buat mengulang serta memvalidasi penelitian
  3. Penemuan yang menyimpang menciptakan sumber energi yang terbuang
  4. Menyesatkan periset lain buat menciptakan jalur investigasi tanpa hasil
  5. Keputusan kompromi buat kebijakan publik
  6. Menimbulkan kehancuran pada subjek riset (misalnya manusia serta hewan)

Teknik pengumpulan data bisa dimaksud selaku langkah strategis dalam riset. Baik itu bisnis, pemasaran, humaniora, ilmu fisika, ilmu sosial, ataupun bidang riset ataupun disiplin yang lain, data memainkan kedudukan yang sangat berarti, yang berperan selaku titik dini tiap-tiap.

Baca Juga: Apa Itu Saintek, Prospek Kerja dan Materinya di UTBK? Berikut Penjelasannya

Tipe Data

  1. Skala Pengukuran Data
  2. Prinsip Pengumpulan Data
  3. Tata cara pengumpulan data

Definisi Data

Saat sebelum mengarah ke ulasan teknik pengumpulan data, ayo kenali dahulu apa itu data. Dalam suatu riset, data yang baik wajib penuhi persyaratan selaku berikut:

  1. Tujuan, Data diperoleh dari lapangan serta dilaporkan sebagaimana adanya
  2. Relevan, data wajib cocok dengan permasalahan yang diteliti
  3. Up to Date, data wajib senantiasa membiasakan dengan pertumbuhan (tidak boleh ketinggalan jaman)
  4. Representatif, data wajib diperoleh dari sumber yang cocok serta mewakili keadaan sesungguhnya dari suatu kelompok maupun populasi

Tipe Data

Bersumber pada jenisnya, data bisa dikelompokkan jadi 2 tipe, ialah data kuantitatif serta data kualitatif.

  1. Data Kuantitatif, Data kuantitatif merupakan data yang bisa dinyatakan dalam angka serta bisa diukur ukurannya. Contoh data kuantitatif merupakan harga smartphone, berat serta besar tubuh, jumlah pembeli, serta lain sebagainya.
  2. Data Kualitatif, Data kualitatif merupakan data yang berkaitan dengan pengelompokan ataupun ciri yang tidak bisa diukur ukurannya. Dengan kata lain, data kualitatif diekspresikan dalam wujud perkata yang mempunyai arti.

Skala Dalam Teknik Pengumpulan Data

Skala pengukuran data ataupun skala data merupakan ketentuan yang digunakan buat mengelompokkan variabel yang hendak diukur buat memastikan teknik analisis serta sesi riset berikutnya. Ada pula bermacam skala pengukuran data tersebut merupakan selaku berikut:

Skala Nominal

Identitas skala nominal merupakan selaku berikut:

  1. Hasil perhitungan tidak berbentuk pecahan
  2. Angka-angka yang tercantum cuma selaku label
  3. Tidak terdapat pesanan
  4. Tidak mempunyai dimensi baru
  5. Tidak mempunyai nilai nol mutlak

Contoh skala nominal:

  1. Tipe kelamin Pria Perempuan
  2. Tipe pekerjaan: Pegawai negeri, pegawai swasta, petani, serta lain-lain
  3. Tahun kelas: 2010, 2019, 2020, serta lain-lain

Skala Ordinal

Skala ordinal merupakan skala yang disusun bersumber pada tingkatan tertentu dalam urutan dari yang terendah hingga yang paling tinggi. Skala ordinal disusun bagi ciri tertentu serta jarak urutannya tidak sama antara satu dengan yang yang lain.

Identitas skala ordinal:

  1. Jenis data silih eksklusif
  2. Jenis data mempunyai ketentuan logis

Contoh Skala Ordinal:

  1. Peringkat kelas: 1, 2, 3
  2. Posisi: Direktur, Direktur, Manajer, Staf
  3. Skala Interval

Skala interval adalah skala pengukuran dimana jarak dari satu tingkatan ke tingkatan yang lain merupakan sama (mempunyai bobot yang sama).

Fitur skala interval:

  1. Jenis data silih eksklusif
  2. Jenis data merupakan logis
  3. Angka nol mewakili satu titik pada skala (tidak mempunyai nilai nol absolut)

Contoh skala interval:

  1. Pengukuran suhu

Contoh:

  1. 31-34 derajat: rendah
  2. 35-38 derajat: normal
  3. 39-42 derajat: tinggi

Tingkatan kecerdasan (Intelligence Quotient)

Contoh:

  1. 70-79: sangat rendah
  2. 80-90: rendah
  3. 91-110: normal
  4. 111-120: tinggi
  5. 121-130: superior

Apa itu Rasio Skala?

Skala rasio adalah skala yang mempunyai nilai nol absolut serta mempunyai jarak yang sama. Skala rasio mempunyai ciri yang mirip dengan skala interval, cuma saja skala rasio tersebut mempunyai nilai nol absolut yang menampilkan tidak terdapatnya ciri. Skala rasio pula mempunyai nilai komparatif, Misalnya bila besar gedung A 50 m serta besar gedung B 25 m, hingga dapat dikatakan besar gedung A 2 kali besar gedung B (A: B= 2: 1).

Contoh skala rasio:

  1. Umur manusia
  2. dimensi skala
  3. Bobot
  4. Tinggi
  5. Jarak
  6. Nilai ujian

Prinsip Teknik Pengumpulan Data

Dalam proses pengumpulan data ada sebagian prinsip yang wajib dicermati serta diterapkan oleh seorang periset, adalah:

  1. Kumpulkan data selengkap bisa jadi, tidak sebanyak bisa jadi
  2. Mencermati kebenaran data baik dari sumber ataupun sumbernya un informasinya itu sendiri

Tata Cara Teknik Pengumpulan Data

Secara universal, ada 4 teknik, data yang bisa digunakan, adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Tata Cara Instrumen

  1. Angket (Kuesioner) Angket, Catatan Cek, Skala
  2. Wawancara (Interview) Pedoman Wawancara, Checklist
  3. Observasi (Pengamatan) Lembar observasi, Panduan observasi, Checklist
  4. Catatan Cek Dokumentasi, Tabel

1. Angket (Kuesioner)

Teknik ini hendak efektif bila dilihat dari variabel yang hendak diukur dan bisa memandang apa yang diharapkan dari responden. Semacam Jenis serta wujud persoalan Persoalan, dan tidak menggiring pada salah satu jawaban saja serta Persoalan yang ditulisnya hendaknya tidak sangat panjang

2. Wawancara (Interview)

Wawancara ataupun wawancara merupakan teknik menganalisis data yang dicoba dengan mengajukan persoalan secara langsung kepada responden ataupun narasumber. Dalam wawancara, ada instrumen yang baru wawancara, ialah penjelasan riset yang disajikan dalam wujud catatan persoalan.

Wawancara bisa dipecah jadi sebagian berbagai, ialah:

  1. Wawancara terpimpin: persoalan diajukan cocok dengan persoalan yang sudah dipersiapkan
  2. Wawancara leluasa: tanya jawab antara pewawancara serta responden, tetapi senantiasa cocok dengan riset serta tujuan baru
  3. Wawancara leluasa terpimpin: wawancara leluasa serta terpimpin, wawancara pewawancara baru yang cuma garis besar saja

Yakinkan wawancara terkini dan alat-alat pendukung semacam perekam sudah betul-betul dipersiapkan. Tanyakan hal-hal yang terlebih dulu selaku pembuka wawancara.

Apa itu Observasi Partisipasi serta Observasi Tidak Berstruktur?

Observasi merupakan teknik data yang dicoba dengan metode yang mau diteliti ataupun lewat eksperimen (percobaan). Metode efisien bila mau memakai tata cara observasi merupakan dengan memenuhinya dengan pengamatan dalam wujud checklist selaku instrumen. Observasi banyak digunakan dalam tata cara riset kualitatif.

Observasi Partisipasi: melaksanakan observasi terhadap aktivitas setiap hari manusia di mana periset ikut serta langsung sepanjang proses observasi.

Baca Juga: Apa Itu Soshum, Prospek Kerja dan Materi UTBK, Yuk Disimak!

Observasi tidak berstruktur: melaksanakan observasi tanpa memakai baru observasi, sehingga periset meningkatkan sendiri pengamatannya bersumber pada pertumbuhan yang terjalin di lapangan.

Proses observasi, sebagian perihal yang wajib dicermati merupakan:

  1. Hal-hal apa yang mau diamati
  2. Gimana proses pencatatan pengamatan
  3. Apa saja perlengkapan bantu pengamatan yang dibutuhkan
  4. Gimana metode kerja jarak antara pengamatan serta objek yang mau diamati

Teknik data dengan dokumentasi merupakan tata cara yang lebih gampang dicoba metode-metode lain sebab bila terdapat kekeliruan, sumber informasinya masih senantiasa. Objek yang diamati pada tata cara dokumentasi kesalahan barang hidup melainkan barang mati.

Dokumen Pribadi

Dokumen individu merupakan catatan ataupun karangan tulisan yang terbuat oleh seorang. Contoh dari dokumen individu tercantum novel setiap hari, pesan individu, otobiografi.

Dokumen Resmi

Contoh dokumen formal antara lain merupakan memo, pengumuman, ketentuan lembaga, pesan formal, laporan rapat serta lain-lain. Seperti itu sebagian berbagai teknik data yang dapat digunakan kala melaksanakan riset.

Tiap teknik ataupun tata cara pasti mempunyai kelebihan serta kekurangan tiap-tiap, sebab itu, memilih teknik yang sangat sesuai dengan seluruh orang nelitian yang kalian jalani. Demikian uraian tentang teknik pengumpulan data mudah-mudahan berguna, terima kasih.

Tags: #Data #Pendidikan #Pengertian

Leave a reply "Apa Saja Sih Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Kualitatif, Serta Apa Saja Perbedaannya? Ini Penjelasannya"