Saat Awal Tahun, Rasio Profitabilitas Buana Finance Merosot

  • Whatsapp
rasio profitabilitas
rasio profitabilitas

Rasio profitabilitas perusahaan pembiayaan, PT Buana Finance Tbk merosot, atau turun pada sepanjang bulan Januari sampai Maret 2018. Salah satunya terlihat menurut penurunan return on asset (RoA).

Corporate Secretary Buana Finance Ted Suryani mengatakan, hingga menggunakan Maret 2018, perseroan ini mencatat RoA pada nomor 0,46%, turun 18 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017 yakni sebanyak 0,64%.

Read More

Baca Juga: Begini Perhitungan & Simulasi Kredit Multiguna! Lengkap Dengan Pengertian Serta Kegunaannya

Menurutnya, penurunan RoA itu dipengaruhi, rendahnya taraf penyaluran pembiayaan pada kuartal pertama 2018. Diketahui, 3 bulan pertama 2018, pembiayaan yang disalurkan sebanyak Rp 617,95 miliar, atau turun 34,7% periode yang sama pada tahun lalu.

“Penurunan itu lalu mensugesti taraf pencapaian pendapatan, terutama terkait pencatatan administrasi,” istilah Ted pada Kontan.co.id, Minggu (27/5). RoA sendiri, adalah instrumen buat mengukur kemampuan suatu multifinance, pada membentuk laba menurut sisi aset yang dimilikinya.

Rasio Profitabilitas Multifinance Semakin Baik

Semakin tinggi RoA berarti rasio profitabilitas multifinance semakin baik menurut segi penggunaan aset. Oleh karenanya, rasio profitabilitas yang membaik ini didukung sang kenaikan keuntungan higienis.

Namun, menurut laporan keuangan perusahaan per Maret 2018, tercatat bahwa keuntungan higienis Buana Finance turun 22,8% sebagai Rp 20,tiga miliar. Sedangkan menurut sisi aset, Buana Finance mencatatkan pertumbuhan sebanyak 7%, menurut total aset Rp 4,41 triliun pada tahun 2018.

Buana Finance berharap, pada akhir tahun, terdapat kenaikan persentase RoA. “Sampai akhir tahun 2018 perseroan menargetkan RoA pada kisaran 1,95%, atau semakin tinggi menurut tahun 2017 yaitu 1,66%,” ungkapnya.

Baca Juga: Peran, Tanggung Jawab & Kelebihan Jika Anda Menggunakan Jasa Konsultan Pajak, Nyaman Banget!

Demi memenuhi sasaran RoA tersebut, perseroan akan melakukan 3 langkah strategis, antara lain menjaga atau menurunkan taraf kredit macet (NPF) lewat donasi tim usaha dan dilakukan secara berkala. Strategi selanjutnya merupakan menaikkan efisiensi porto operasional dan meninjau kinerja Buana Finance secara berkelanjutan.

Kemudian, melakukan riset pasar, yang tujuannya buat mengetahui jenis produk apa saja yang diperlukan masyarakat. Dari situ, diperlukan mampu menaruh output yang baik, bagi kinerja juga pendapatan perusahaan. “Itu seluruh taktik yang kami lakukan demi menjaga RoA, dimana wajib membentuk margin dan revenue yang cukup.

Serta menekan porto operasional, yang dilanjutkan menggunakan funding, taraf cost funding dan manajemen resiko buat meredam NPF,” pungkasnya.

Related posts