Likuiditas Adalah: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya, Dibahas Lengkap Untuk Anda

Dalam menjalankan bisnis, sebuah perusahaan tentu mengemban aneka macam tanggung jawab, keliru satunya pada hal melunasi hutang. Bagi perusahaan menggunakan likuiditas baik, hal tadi bukanlah suatu kasus akbar.

Namun, bagi perusahaan menggunakan likuiditas buruk, utang-utang jangka pendek yg menumpuk sanggup jadi kasus fatal yg bisa mengancam operasional perusahaan.

Pengertian Likuiditas Adalah

Lalu, apa itu likuiditas dan mengapa hal tadi krusial supaya perusahaan sanggup terus beroperasi? Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), likuiditas adalah kemampuan buat memenuhi semua kewajiban yg wajib dilunasi segera pada ketika yg singkat.

Sebuah perusahaan dikatakan likuid bila memiliki indera pembayaran berupa harta lancar yg lebih akrab dibandingkan menggunakan semua kewajibannya (liquidity). Likuiditas adalah indera yg bisa dipakai buat mengukur seberapa akbar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya.

Baca Juga: 5 Tahapan Penting Saat akan Memulai Bisnis Online Agar Berjalan Sesuai Keinginan, Tunggu Apa Lagi?

Handono Mardiyanto pada bukunya Inti Sari Manajemen Keuangan (2009), menyebut likuiditas dipakai buat mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban (utang) jangka pendek sempurna dalam waktunya, termasuk melunasi bagian utang jangka panjang yg jatuh tempo dalam tahun bersangkutan.

Sementara itu, Bambang Riyanto mengatakan likuiditas adalah hal-hal yg herbi kasus kemampuan suatu perusahaan buat memenuhi kewajiban finansialnya yg wajib segera dilunasi. Dari beberapa pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa likuiditas adalah kemampuan perusahaan buat memenuhi kewajibannya.

Jenis Rasio Likuiditas

Likuiditas pula sanggup digunakan buat pertanda posisi keuangan atau kekayaan perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan umumnya memakai analisis rasio keuangan, yg lalu pada dalamnya masih ada rasio likuiditas.

Meneruskan catatan Bursa Efek Indonesia, level likuiditas perusahaan biasanya digambarkan menggunakan nomor tertentu, atau biasa diklaim rasio cepat, rasio lancar, dan rasio kas. Menurut Harahap (2010), rasio likuiditas mendeskripsikan kemampuan perusahaan pada merampungkan kewajiban jangka pendeknya.

Rasio-rasio tadi sanggup dihitung melalui asal mengenai kapital kerja, yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Adapun rasio yg bisa dipakai buat mengukur likuiditas perusahaan, yaitu: Rasio lancar adalah taraf kemampuan perusahaan buat memakai aktiva lancar pada membayar seluruh kewajiban atau utang lancarnya.

Semakin tinggi jumlah aktiva lancar, maka meningkat rasio lancar, yg berarti perusahaan mempunyai taraf likuiditas yg tinggi. Rasio Lancar = Aktiva Lancar/ Hutang Lancar Rasio menggunakan nama lain Acid Test Ratio ini pertanda seberapa akbar kemampuan perusahaan melunasi utang jangka pendek memakai aktiva lancar tanpa mempertimbangkan persediaan perusahaan.

Baca Juga: Peran, Tanggung Jawab & Kelebihan Jika Anda Menggunakan Jasa Konsultan Pajak, Nyaman Banget!

Sebab, perusahaan memerlukan ketika usang buat diubah sebagai aset. Rasio Cepat = (Aset Lancar – Persediaan)/ Hutang Lancar Kas dan surat berharga jangka pendek adalah komponen aktiva lancar yg paling siap buat dicairkan. Rasio kas mengukur likuiditas berdasarkan aktiva lancar yg niscaya sanggup dicairkan sebagai kas.

Rasio Kas = (Kas + Surat Berharga Jangka Pendek)/ Utang Lancar Menurut Engel dan Lange, likuiditas terdiri berdasarkan 3 komponen dasar, yaitu kerapatan, kedalaman, dan resiliensi. Ketiganya saling berkaitan guna menjaga likuiditas dan kestabilan ekonomi suatu perusahaan. Tingkat likuiditas perusahaan yg tinggi sanggup memancing daya tarik para investor. Sebab, hal tadi sebagai frekuensi positif bahwa perusahaan sehat secara keuangan dan mempunyai risiko kerugian yg kecil.

Biasanya, pada pasar saham, perusahaan-perusahaan ini masuk kategori saham blue chip dan sebagainya. Mengutip aneka macam asal, berikut beberapa fungsi likuiditas perusahaan: Dapatkan liputan terbaru dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, pribadi lewat email Anda.